sainsdata.pens.ac.id – Masalah degradasi ekosistem mangrove di wilayah urban menjadi perhatian utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan perlindungan keanekaragaman hayati pesisir. Kawasan mangrove Wonorejo, Surabaya, menghadapi tekanan dari aktivitas manusia, sedimentasi, dan perubahan penggunaan lahan, sehingga memerlukan strategi pengelolaan berbasis ilmiah yang terintegrasi. Untuk itu, kolaborasi internasional antara Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Musashino University dilaksanakan melalui Mangrove Sustainability Project , yang menggabungkan teknologi drone dan sistem monitoring ekosistem untuk mendukung konservasi mangrove di area urban.
Pada Sabtu, 7 Februari 2026, kegiatan dimulai dengan pemetaan awal kawasan mangrove menggunakan drone berteknologi LIDAR dan kamera multispektral. Data yang diperoleh memungkinkan identifikasi tutupan vegetasi, kepadatan pohon, serta area yang mengalami degradasi atau abrasi. Tim PENS bertanggung jawab dalam pengoperasian dan kalibrasi perangkat drone, sementara tim Musashino University memfokuskan analisis citra untuk menilai kesehatan ekosistem berdasarkan indeks vegetasi (Vegetation Index) dan parameter biologis lain. Pendekatan ini memberikan kerangka kerja kuantitatif yang memungkinkan penentuan prioritas konservasi secara efisien.
Selain pemetaan, kegiatan lapangan juga mencakup survei biodiversitas mangrove, termasuk pencatatan jenis flora dan fauna yang hidup di kawasan tersebut. Metode transek digunakan untuk menghitung kepadatan pohon dan distribusi spesies mangrove, sementara pengambilan sampel tanah dan air mendukung analisis kualitas lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetasi. Tim mengadakan diskusi intensif dengan masyarakat lokal yang tinggal di sekitar kawasan, bertujuan untuk memahami pola interaksi manusia dengan ekosistem mangrove, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Implementasi teknologi drone terbukti memberikan efisiensi signifikan dibandingkan survei manual. Drone mampu menjangkau area yang sulit diakses dan menghasilkan data spasial yang rinci, sehingga mempermudah identifikasi titik-titik kritis yang memerlukan rehabilitasi. Selain itu, data citra yang dikumpulkan menjadi dasar pengembangan model prediksi perubahan tutupan mangrove dalam jangka menengah, mendukung perencanaan konservasi yang adaptif dan berbasis bukti (evidence-based management).
Kolaborasi ini juga mencakup kegiatan workshop bagi mahasiswa PENS dan Musashino University, yang menekankan integrasi teknologi dan penelitian lapangan. Diskusi ilmiah dilakukan untuk menyelaraskan metode analisis, validasi data lapangan, dan interpretasi hasil. Seluruh proses diharapkan dapat menjadi model bagi pengelolaan mangrove urban yang mengedepankan sinergi antara teknologi, penelitian, dan partisipasi masyarakat.
